Dum spiro spero means “While I breathe, I hope” in Latin and is generally attributed to Cicero.
Iseng
August 25, 2009
Dum Spiro Spero
Posted by jeffreyhs under Iseng, Thoughts | Tags: dum spiro spero, Iseng, latin |Leave a Comment
August 2, 2009
In accordance to the civil flight safety regulation…
Posted by jeffreyhs under Iseng, Thoughts | Tags: banda aceh, flight safety, GA142, garuda, garuda indonesia, indonesia, keselamatan penerbangan |Leave a Comment
“Bapak, Ibu yang terhormat. Sesuai dengan peraturan keselamatan penerbangan sipil, maka sesaat lagi kami akan memperagakan prosedur keselamatan dalam penerbangan ini.. “
More less, kata kata itu akan mengawali setiap penerbangan sipil.. Termasuk penerbangan saya ke Banda Aceh hari ini, Minggu 2 Agustus 2009.
Tapi saya bukan mau cerita mengenai mbak-mbak pramugari yang memperagakan “how to buckle, fasten and release your safety belt” atau mengapa saya ke Banda Aceh. Tetapi mau cerita mengenai seorang Mister Pakle (karena laki2. Menurut adik saya, kalau cewek itu BuLe. Kalau cowok PakLe) yang duduk di seat 5D..
(Saya ada di deretan sebelah di 5C).
Mister ini, sebut saja Mister X (bukan nama sebenarnya), punya ukuran badan yang endomorphic.. Google-it kalau ga ngerti artinya.. He is huge.. Kalau anda yang kenal saya, bilang bahwa saya gemuk, ya dia dua kali saya lah badannya..
Alasan saya pilih seat di front row jelas. Yaitu :
1. Dekat executive class.. Bisa sedikit merasakan aura executive..
2. Kalau duduk di row 5, ruang kaki-nya lega.. Bisa selonjoran..
3. Kalau pembagian makanan, selalu duluan.. Yumm (btw pagi ini sarapan omelette.. Enyak !)
Namun untuk Mister X ini, saya rasa karena beliau endomorphic, dan kakinya panjang, beliau memilih (atau dipilihkan tempat di row 5). Entah kenapa, ada beragam alasan dia tidak duduk di kelas executive.
Sejak awal naik saya sudah memperhatikan di mister ini, yang berbody lebar, duduknya ngepas di kursi ekonomi. Kasian.. Huh..
O ya, flash back, tadi ketika baru boarding, ada satu mbak yang komplain gara2 tempat duduknya di 18D ternyata sudah ditempati orang lain dengan nomor kursi yang sama. Lho kok iso ?! Yo mbuh..
Alhasil mbak-mbak ini (sebut saja Mawar, bukan nama sebenarnya), ditempatkan di row 4. Alias dipindah ke kelas executive !
Heboh to ? Enak to ? Asik to ? Daripada naik ojek mendingan takgendong pindah ke kelas executive !
Singkat cerita.. Tibalah saat pembagian makanan dengan berbagai pilihan minuman dingin dan hangat. “What do you want Sir, we have omelette and fried rice..”, tanya mbak pramugari yang tidak mau disebutkan namanya (beneran.. Ga ada name tag-nya. Sebut saja Melati, bukan nama sebenarnya).
“I’ll have the fried rice”, sahut si mister, sambil mengeluarkan meja dari arm rest. Walahh.. Gak cukuupp.. Keganjel perutnya.. semakin kasian.. Tapi si mister yang nyaman dengan keadaannya, dengan tetap tersenyum menyampaikan bahwa tidak masalah, ia akan pegang saja tray’nya (dalam bahasa Inggris yang saya terjemahkan secara bebas).
Ketika mbak Melati berpaling pada saya, saya memberikan usulan (saya sajikan dalam bentuk dialog ) :
Saya : Mbak, apa Mister ini ga mau disuruh pindah ke executive aja ? Kasian tu dia.. Kan di executive ada beberapa seat kosong..
Melati : Wah.. Tidak boleh Pak.
Saya : Lha, tadi ada yang double seat, juga akhirnya dipindahkan ke executive (si Mbak Mawar, red.)?
Melati : Iya Pak. Penumpang yang tadi anggota frequent flyer, jadi dapat prioritas untuk upgrade ke executive. Ini karena penumpang economy over.
Saya : Oooo… (Manggut2 sambil berpikir dalam hati..)
Apa yang ada dalam pikiran batin saya ?
1. Kok bisa penumpang economy class’nya over.
2. ASEMM !! Aku yo frequent flyer, Cak ! Baru upgrade ke Silver lagi.. (sirik mode : ON).
3. Makan apa ya.. Omelette atau nasi goreng..
Lalu, kalau Mister X ini merasa nyaman-nyaman saja dengan tempat duduknya yang sesak, kenapa saya harus nulis note panjang ini ??.
1. Ada rasa kemanusiaan yang hilang oleh peraturan. Rasa toleransi telah dinihilkan dengan peraturan.. Diskriminasi ? Ga tau ya..
2. Faktor keselamatan.. Mister ini tidak dapat mengenakan sabuk pengamannya. Kasian.. Ga cukup.. Nah, berarti ini sudah tidak sesuai dengan “Peraturan keselamatan penerbangan sipil” yang diperagakan di awal sebelum take-off..
Gimana kalau si Mister ini nyungsrep waktu landing nanti? walaupun saya yakin ukuran bokongnya yang “ngepres” ama kursi akan membuat dia tetep nancep dengan aman di kursinya. But still, it is not in accordance with civil flight safety regulation !
3. Penggunaan kata-kata “sesuai dengan peraturan..”. Apakah peragaan prosedur keselamatan ini hanya dilakukan karena terpaksa? Karena sesuai dengan peraturan? Karena takut melanggar? Takut ada orang KNKT ikut terbang ?
Lalu ?
Siapa yang bisa bertanggung jawab ?
Apakah maskapai ?
Apakah Mbak Mawar, yang kursinya ditempati orang lain?
Apakah Mbak Melati, yang melaksanakan tugas?
Apakah Mister X, yang ectomorphic?
Ataukah saya yang kurang kerjaan nulis note ini?
Saya kurang tahu.. Mari kita tanya pada nurani.. Mata hati..
Peace..
Jeffrey
(Ditulis sejak usai makan Omelette, dan ditutup ketika GA142 tujuan Banda Aceh ini berguncang diatas wilayah Bukit Barisan) – Diupload di Banda Aceh.
June 27, 2009
semuanya masalah kuantitas…
Posted by jeffreyhs under Iseng, Thoughts | Tags: Iseng, kualitas, kuantitas |Leave a Comment
Ya. Semuanya sekarang lebih berfokus pada perhitungan kuantitatif saja. Pada kuantiti.
Pemikiran ini berawal ketika saya sedang meminum sebuah produk vitamin. Ditulis bahwa produk ini mengandung 1000 miligram vitamin C. Jumlah yang cukup besar kelihatannya. Tapi kemudian saya kembali berpikir, bukankah 1000 miligram itu sama dengan “hanya” 1 gram?
Kalau begitu, mengapa si produsen tidak menuliskan saja “mengandung 1 gram vitamin C”?. Nampaknya penggunaan angka 1000 memang memiliki dampak psikologis bagi strategi pemasaran sebuah produk, ketimbang penggunaan angka 1.
Jadi.. Yang penting kuantitas atau kualitas ??
Umur 25.. Kuantitas atau kuantitas ?
happy birthday. Me..
June 9, 2009
jurnalisme firasat..
Posted by jeffreyhs under Iseng, Thoughts | Tags: cianjur, firasat, helikopter, jurnalisme, tni |Leave a Comment
Nampaknya sekarang selain prinsip dasar jurnalisme, yaitu 5W + 1H, sudah waktunya ditambahkan satu elemen lagi, yaitu FIRASAT.
liat aja kalau udah ada kecelakaan atau apa.. Yang ditanyakan ama wartawan ke keluarga korban, adalah “sebelum kejadian, ada firasat apa?”.
Seolah firasat itu bisa menjadi suatu petunjuk terjadinya kemalangan.
Dan apakah kalau memang ada firasat kemudian kejadian itu bisa dicegah?
Hmm… Jadi, skrg 5W+1H+1F ??
Tetap, turut berduka cita untuk korban jatuhnya heli TNI di Cianjur
June 7, 2009
punya bb.. waktunya aktif lagi blogging?
Posted by jeffreyhs under Iseng, Thoughts | Tags: manohara, media, prita |1 Comment
dah 8 bulan ga login, ternyata banyak yang komen.. Hehehe..
Ternyata lewat juga bisa blogging.. Sementara masi harus ke m.wordpress.com
Tapi katanya bentar lagi bakal ada wordpress application for . Tinggal tunggu waktu ajah..
Ok.. Isu terakhir yang menarik adalah mengenai Prita Mulyasari yang ditangkap gara2 emailnya. Dan yang lebih hangat lagi, mengenai Manohara yang “katanya” disiksa oleh suaminya. Pangeran kerajaan kelantan.
Tapi skrg maik banyak orang yang ga yakin kasus manohara itu bener. Kelamaan ambil tindakan sih.
Belum lagi disebut2 ini semua hanya upaya dramatisir untuk cari publisitas..
Mana yang bener2 ? Tunggu aja lah..
Biar waktu yang bicara.. Ya kan?!!
January 13, 2008
Trip Journal – Balada Pengamen Jalanan
Posted by jeffreyhs under Activities, Iseng, Thoughts[4] Comments
Haoi !
Sangat menyenangkan kalau punya kesempatan naik bis antar kota yang patas (cepat terbatas bukan ya ?) apalagi kalau bis-bis itu berhenti di setiap kecamatan / kota dimana banyak calon penumpang kumpul. Coba perhatikan.. biasanya kalau pas bis ini berhenti untuk ambil penumpang, pasti yang naik ke atas bis juga sekalian ama pedagang asongan yang jual minuman, permen, kacang… dan tidak ketinggalan PENGAMEN.
Kalau pengamen ini lebih asik lagi jika diperhatikan. Mulai dari mereka yang sendirian, pasangan suami istri, kakak beradik, satu grup yang emang niat bawa alat2 musik lengkap sampe satu grup yang suaranya hancur dan bondo (berbekal, red.) nekat dan prinsip kebersamaan !
Hari Jumat lalu (11 jan 08), dalam kesempatan perjalanan pulang naik bis dari Cepu ke Surabaya via bojonegoro.. Fenomena pengamen jalanan (apa pengamen bis-an ya ?) ini menarik perhatianku sebagai orang yang iseng di bis dan ga ada kerjaan.. hampir setiap kali bis-ku berhenti untuk waktu yang relatif lama (5 menit’an biasanya, just to drop and pick up passengers) pasti ada pengamen yang naik ke bis.
Dan dari keisenganku itu.. aku buat playlist lagu lho… hehehe.. Instead of my Ipod, ada temen2 pengamen ini yang menemani ![]()
here is the playlist :
## Begining of the Playlist##
1. Stopover at Padangan
Pengamen kakak beradik cowok (1 gitar, 1 perkusi)
Song :
Munajat Cinta (The Rock)
Bersama Bintang (Drive)
My comment :
Well.. untuk remaja usia belasan yang suaranya baru berubah, mereka lumayan lah.. kayanya yang nyanyi & pegang gitar itu kakaknya. They score 6 out of 10.. not bad kan ? Pada awalnya mereka cuman nyanyi Munajat Cinta ajah, tapi penumpang di belakangku (cewek) minta ke mereka untuk nyanyi satu lagu lagi… mungkin karena gemes yah ? emang mereka imut2 sih… hehehe
akhirnya dapet bonus lagi Bersama Bintang by Drive. Good luck boys, latihan terus aja deh… Who knows bisa masuk Mama mia ? kan lumayan tuh.. !!
Highlight :
- Waktu pas nyanyi lagu Munajat Cinta, di bagian reffrein yang bagian “….. yang mencintai aku….” itu kan pitch nya tinggi tuh.. tapi kayanya kemampuan suara dia mentok sampai disitu.. jadi pas “.. apa adanyaa…” itu balik ke suara rendah lagi.. hehehe..
- Pas mereka dah selesai nyanyi dan ngedarin kantong bekas permen untuk tempat duit, si adek ga berani liatin aku.. hehee apa mungkin gara2 aku pakai batik ya ? jadi dia takut.. dipikir aku PasPamPres gitu apa ya ?
Uang partisipasi :
Rp. 1000,-
2. Stopover at Terminal Bojonegoro
Pengamen satu kelompok 2 orang cowok (1 gitar, 1 perkusi)
Song :
Masih Ada Waktu (Ebiet G. Ade)
Kemesraan (Rafika Duri ye ?)
My comment :
Aduh.. sory mas… aku ga bener2 denger kalian nyanyi.. abis pas ditelpon ama pak LTY.. ya ga bisa konsen wes.. Anyway suaranya keren kok.. aku kasih skor 7 out of 10. tapi tetep aku inget waktu kalian bilang bahwa duit yang kalian dapet akan turut disumbangkan bagi korban banjir yang membutuhkan. Semoga bener yah… Meskipun kalian manfaatin sendiri, kalau mau berpikir positif ya mungkin kalian juga korban banjir yah ?
Highlight :
- Sorry ya.. aku ga dengerin kalian nyanyi.. hehehe
Uang partisipasi :
- Rp. 1000,-
3. Stopover at Kapas
Pengamen 1 kelompok 3 orang cowok (2 gitar, 1 perkusi)
Song :
Berita Kepada Kawan (Ebiet G. Ade)
Sholawat (NN)
Untuk Kita Renungkan (Ebiet G. Ade)
My comment :
they SCORE !! 8 out of 10. Ok lah… Pake harmoni2 suara gitu.. jadi ada suara 1 n suara 2. Mainnya juga ga terlalu ngotot sampe serak2 gitu.. pas banget. Apalagi lagunya ada “Berita kepada kawan”. Dasar aku orangnya mellow.. jadi ya kebawa suasana.. “Perjalanan ini… terasa amat menyedihkan, sayang kau tak ada disampingku kawan”. Liriknya dalem juga sih.. lha juga pas karena daerah Jateng – Jatim dan beberapa daerah di Indonesia sedang terkena bencana… yah.. mungkin alam mulai bosan.. melihat tingkah kita. Good luck mas-mas. Semoga suatu saat bisa ketemu lagi, mungkin kalian dah manggung di café²
All the best !
Highlight :
- Aku mau kasih highlight di lagunya aja.. si Ebiet kok identik dengan lagu2 bencana yah ? Pas lagi gedhe2nya banjir, yang ada di pikiran temen2 ku di Bojonegoro, Ebiet nanti ciptain lagu apa lagi ya untuk bencana kali ini ? Tapi emang lagu2 Ebiet selalu maknanya dalem dan membuat orang berpikir & merenung. “Tinggalah ku sendiri, terpaku menatap langit.. Barangkali di sana ada jawabnya..”
- kalo dalam lirik Ebiet dia bilang “Sesampainya di laut, kukabarkan semuanya. Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari..” lha aku ini “sesampainya ku di Surabaya, kukabarkan semuanya kepada blog-ku..” hehehe
Uang partisipasi :
Rp. 1000,-
4. Stopover at Sumberrejo
Pengamen sepasang suami istri on their 50’s lah..(1 gitar ajah..)
Song :
Gulali Cinta (Lagunya sapa ni ? gaya2 melayu gitu lah..)
Munajat cinta (The RocK)
My Comment :
Well.. untuk si Bapak waktu nyanyi Gulali Cinta, karena itu lagu melayu gitu lah, cengkok-nya udah pas.. Tapi pas nyanyi munajat cinta, kayanya harus inget umur deh Pak
jangan terlalu ngotot. Tapi anyway, for the great effort aku kasih skor 6 out of 10 ![]()
Thanks juga buat pesan-pesannya, bahwa walaupun manis, jangan sampai kita semua terjerat dalam nikmatnya Gulali Cinta.. karena semuanya semu. Cinta yang sejati itu nggak peduli pahit ataupun manis. Thanks Pak. Tetap langgeng terus ama Ibu dan selalu berbagi suka
Highlight :
- Waktu mereka nyanyi munajat cinta aku malah kasian sama si Ibu yang ga bisa ngimbangin pitch si Bapak yang tinggi. hehehe Jadi beberapa kali suara si Ibu malah jadi sember dan off-tune.
- Pada waktu selesai nyanyi, sambil si Ibu mengedarkan kantong uang si Bapak mengatakan bahwa segala partisipasi bapak ibu penumpang sekalian akan sangat bermanfaat bagi kami sekeluarga. Jadi kasian.. Jadi.. semoga bermanfaat Pak..
Uang partisipasi :
Rp. 5000,-
5. Stopover at Babat
Sekelompok pengamen cowok 4 orang (3 gitar, 1 perkusi)
Song :
Cinta Yang Sempurna (Kangen Band)
Munajat Cinta (The Rock)
Arti Mimpi (Republik)
Rasa Ini (The Titans)
My Comment :
Wah.. ini grup paling kacau lah ! tapi lucu.. hehehe.. masa pas tengah2 nyanyi mereka sempat berhenti dan ketawa2 sendiri gara2 ada gitarnya yang ga “stem” alias off tune.. hahaha… Kebayang gak sih, mereka ini pengamen yang kalau diliat secara penampilan, memenuhi klasifikasi preman. Gondrong2.. bertato.. Tapi nyanyinya lagu2 Kangen band, republik, the titans.. hahaha
ga pantes buanget ! dah gitu semuanya dibuat versi tarling lagi.. jadi model2 dangdutan gitu lah. Ya inilah kategori pengamen yang modalnya adalah nekat dan kebersamaan
Salut ! asiknya rame2 coy.. Score 6 out of 10 !
Highlight :- Ya itu tadi.. pas tengah-tengah nyanyi tiba2 berhenti dan ketawa kenceng banget gara2 gitarnya ga sinkron ![]()
- Mereka menamakan grup ini sebagai 9,6 FM radio tanpa gelombang. haha ![]()
- si penyanyi (si Mas yang paling gondrong) ternyata pinter berpantun.. dari awal sampai akhir dia berkali-kali buat pantun & kalimat2 lucu. contohnya yang paling mantap itu waktu closing. kira2 gini
“Yu Suminten Ketiban Kompor, Cukup semanten Kulo Gembar-Gembor”
(Yu Suminten kejatuhan kompor, cukup sekian saya gembar-gembor, red.)
“Ora gereja, Ora masjid. Oleh rokok oleh duit monggo dibagi”
(Nggak gereja, nggak masjid. Boleh rokok, boleh uang ayo dibagi, red.)
“Monggo para penumpang bagi2 rejeki. Nek entuk’e pas yo kanggo awaké dhewé.
Nek lebih kanggo ngopeni mertua. Nek luwih maneh kanggo tuku wedhus.
Prei ngamen, moh nyolong, angon wedhus ae”
(Mari para penumpang bagi2 rejeki. Kalau dapatnya pas ya untuk diri sendiri.
Kalau ada lebih untuk biayain mertua. Kalau lebih lagi untuk beli kambing”
Selesai ngamen, ga mau nyuri, mending pelihara kambing, red.)
Uang partisipasi :
Rp. 10.000,- (Sambil aku bilang.. Mas.. senar gitarnya ganti yah !) – eh, dia ketawa…
6. Stopover at Pucuk
Pengamen cowok, sendirian dan bau alkohol (gitar aja)
Song :
Mars pengamen (NN)
Lir – ilir (NN)
My Comment :
Wah.. ini ga sehat ni.. masa mabok sambil ngamen.. bau alkoholnya strong bangetz ! Plus dia nyanyi tapi ya dia agak lucu gitu.. nyanyi sambil sempoyongan! kacau lah. Kalau lagu mars pengamen itu kira2 liriknya kaya gini “Assalamualaikum… Wa’alaikumsalam… jumpa lagi dengan kami pengamen jalanan.. dst dst” hehehe
Suara ga terlalu enak, lagu ga terkenal, plus mabok.. maap mas.. anda hanya dapet skor 4 out of 10. Lain kali be sober man !!
Highlight :
- Walaupun mabok, si mas ini sempat buat kalimat opening yang indah
“Derek, kulo nyuwun ngapuro kaliyan nyuwun arto, arto karo nyambung nyowo. Lemah garing, lemah teles. Ora maring kok yo ora pantes. Ora maring sing nyanyi dadi lemes. Dadi sing pantes yo kudu maring”
(kira2 gini artinya. Saudara, saya minta maaf (ngapuro) dan minta uang (arto/harta). Uang untuk nyambung nyawa. Tanah kering, tanah basah. Gak maring (ngasih) kok ya gak pantes. Gak ngasih yang nyanyi jadi lemes. Jadi yang pantes ya harus ngasih., red.). Mantap kan ?
Uang partisipasi :
SOrry mas… sumpah duit kecil gw abis… ada juga 50rb. masa lo gw kasi 50rb ? kasi rokok 2 batang gpp ya ? maap yaa…
## End of the Playlist##
Ya para pembaca… semoga ga bosen ya !! demikianlah kira2 playlist yang dinyanyikan para pengamen bis-an sepanjang perjalanan Cepu – Gresik. Dari gresik – surabaya aku pindah bis dan ga ada pengamen sama sekali. hehue… Dari playlist diatas, kayanya Munajat Cinta termasuk lagi yang lagi pupuler ya ? dinyanyikan 3 kali, dari 3 kalangan pula… ABG, mas-mas sampe Bapak2.. hehehe.. Mungkin radio2 kalau mau buat top chart bisa mempertimbangkan diambil dari lagu yang paling sering dinyanyikan oleh para pengamen ya ? Atau sudah mesti dipertimbangakn agar para pengamen ini dapet royalti ? karena sudah turut mempromosikan lagu2 ? Atau malah dianggep pelanggaran hukum gara2 mengambil keuntungan dari menyanyikan lagu orang lain ? hahaha.. iseng banget yoh aku ini ?
Cheers !!! skrg saatnya menikmati liburan..
Have a great weekend pren !!
December 13, 2007
Wha…
Hari ini ada pengalaman yang begitu mengharukan… sampe pengen nangis.
yaitu MERASAKAN ASIKNYA MENGHIRUP GAS H2S !!
Ceritanya hari ini sempat ikut survey ke lokasi calon sumur di Jambaran situ…
trus liat pond (kolam penampungan) mud cutting alias lumpur hasil pengeboran..
Dan dasarnya lumpur dari dalam tanah, pastina juga masih mengandung (dikittt sih) gas maha beracun H2S, yalias Hidrogen Sulfida..
dan jadilah aku pusing dan mual… walaupun ga parah2 amat seperti semburan H2S beneran.. hehehe..
Udah baunya pesing amir…. masih buat pusing pula.. jadi kayanya alat perlindungan diri selain Helm dan sepatu safety, harus ditambah lagi… MASKER GAS !!
Anyway, aku skrg jadi sadar kenapa mengadakan latihan darurat H2S itu penting….
Our Motto : Nobody Gets Hurt !
December 10, 2007
Hari ini (10/12), Kabupaten Bojonegoro merayakan pesta demokrasi dengan melaksanakan Pilkada.
Dari 3 calon yang maju, Yaitu pasangan SOWAN (Santoso – Wawan), THAHTA (Thalhah – Tamam), dan TOTO (Yoto – Harto),
dua diantarana adalah Bupati dan Wakil Bupati incumbent.
Semua mata dan bursa taruhan tertuju pada SOWAN dan THAHTA. Si TOTO yang pada saat kampanye begitu rendah hati (bahkan katanya datang ke area kampanye dengan naik becak), hanya dianggap ayam sayur.
Tapi siapa sangka, ternyata si ayam sayur ini sementara leading dalam hasil quick count LSI.
Hahaha… Mungkin warga bojonegoro sudah bosan dengan incumbent-nya dan ingin wajah baru ? Mungkin saja.
Tapi yang jelas, siapapun bupatinya nanti, dia akan menghadapi tantangan berat seiring dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa di Bojonegoro.
Kita tunggu hasil pasti penetapan pemenang dari KPUD pada tanggal 17 Desember mendatang. Jika memang Kang Toto tetap memimpin, semoga mereka bisa tetap humble dan membuktikan janji politik serta kalau berani ya tanda tangan kontrak politik dong ?
Begitu juga kalau incumbent terpilih, semoga mereka bisa memimpin dengan lebih baik lagi
Intinya.. siapapun yang terpilih nanti, itu adalah hasil terbaik dari proses demokrasi di Bojonegoro, yang berarti juga terbaik pilihan rakyat Bumi Angling Dharma ini.
Berat jadi pemimpin di Bojonegoro skrg ini… godaannya banyak.. hehehe
Hidup demokrasi !
November 19, 2007
Cepu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini terletak di perbatasan dengan provinsi Jawa Timur, dan dilewati jalan yang menghubungkan Surabaya – Purwodadi – Semarang.
Pada jaman penjajahan, Cepu merupakan salah satu kota penting, karena kandungan minyak dan hutan jatinya. Di Cepu dapat dijumpai beberapa bangunan peninggalan Belanda yang masih awet hingga masa kini. Salah satu bangunan yang unik adalah, loji klunthung. Selain itu, untuk mendukung transportasi masa itu, dibangun pula jalur kereta api yang menghubungkan Jawa Timur – Jawa tengah via Cepu.Di Ngloram, juga bisa ditemui bekas landasan pesawat terbang peninggalan Belanda
Daerah ini telah lama dikenal memiliki persediaan minyak bumi. Pada tahun 2005, Cepu mendapat perhatian nasional karena penemuan adanya deposit minyak yang melimpah di Blok Cepu.
Kekayaan alam lainnya adalah kerajinan rakyat dari kayu jati dan wisata hutan jati dengan kereta api kuno
Kebudayaan dan makanan khas
Cepu memiliki seni tradisi tari Tayub. Masyarakatnya terbagi atas kelas pengangguran, buruh/ karyawan, pedagang, pengrajin, pensiunan, petani, seniman dan pelajar.
Pola hidup masyarakat Cepu cenderung konsumtif.
Cepu memiliki jenis sayuran yang sangat beragam, dan tidak dimiliki oleh daerah lain. Misalnya sejenis tumbuhan temu kunci yang lalu dijadikan masakan sayur. Tumbuhan ini terdapat di hutan-hutan jati, buah sejenis mentimun yang disebut krai oleh masyarakat setempat, daun kedondong sebagai bahan sayur, dan kepompong ulat pohon jati yang dimasak dengan cabe sebagai makanan favorit, selain nasi pecel.
Kota yang terletak diantara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini juga dialiri oleh Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa. Di Cepu dikenal musim pladu yaitu masa dimana ikan-ikan mabuk dan mengapung dan menepi ke pinggir sungai karena air keruh akibat hujan. Ikan-ikan yang sering dijadikan tangkapan adalah ikan bethik dan ikan wader. Dahulu masa ini dijadikan andalan menutupi kebutuhan gizi keluarga sekaligus sumber rezeki, namun sekarang musim ini jarang terjadi. Hal ini dikarenakan adanya perubahan ekosistem di hulu maupun di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.
Beberapa instansi yang mendominasi kegiatan Kota Cepu yaitu PT Pertamina EP, Pusdiklat Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM),Sekolah Tingi Energi dan Mineral DESDM dan Perum Perhutani. Perekonomiannya ditopang oleh masyarakat yang berprofesi sebagai PNS. Para pendatang juga berperan besar pada laju perekonomian kota Cepu. Pertaniannya merupakan sawah tadah hujan, sebagian kecil yang berada di tepi Bengawan Solo memakai irigasi. Kayu jati semakin susah ditemukan di Cepu akibat penebangan hutan pada masa awal reformasi. Tata kotanya kurang bagus, namun saat ini sudah mulai dibenahi seiring dengan adanya Blok Cepu. .
November 18, 2007
Aku Orang Indonesia
Di tubuhku ini, mengalir berbagai darah keturunan :
(mulai dari yang paling dominan)
Madura, Sunda, Cina, Perancis, Jerman
Tapi aku ini orang INDONESIA !!
Soempah Pemoeda
PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.